Denpasar (Antaranews Bali) - Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Bali, bersama pelaku pariwisata terus berupaya melakukan sosialisasi dan publikasi untuk standar operasional prosedur (SOP) menghadapi menghadapi erupsi Gunung Agung.
"Kami bersama 'Bali Tourism Hospitality (BTH)' saat ini melakukan finalisasi terhadap SOP mitigasi bencana ketika terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai akibat aktivitas vulkanik Gunung Agung," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Denpasar, Maria Antonia Dezire Mulyani di Denpasar, Kamis.
Dezire mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) telah menandatangani nota kerja sama (MoU) sehingga wisatawan yang berada di Kota Denpasar saat bandara ditutup tetap mendapatkan pelayanan yang maksimal.
"Seperti halnya memberikan fasilitas penginapan selama satu malam secara gratis, dan memberikan harga terendah yang berlaku ketika wisatawan hendak memperpanjang kunjungannya di Bali saat bandara ditutup," ujarnya.
Selain penginapan, kata Dezire, Pemkot Denpasar yang bekerja sama dengan Perkumpulan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) juga menyediakan layanan transportasi secara gratis menuju bandara terdekat. Seperti Bandara Internasional Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bandara Banyuwangi dan Bandara Juanda di Jawa Timur serta Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.
"Nantinya, untuk menuju bandara di luar Bali, wisatawan akan dikumpulkan di Hotel Inna Grand Bali Beach untuk selanjutnya bersama-sama menuju bandara terdekat yang dituju," ucapnya.
Desire menambahkan, saat ini zona bahaya Gunung Agung hanya berada di radius enam kilometer (km) hingga 10 km, sehingga Kota Denpasar masih tergolong aman bagi wisatawan untuk berwisata.
"Bagi wisatawan yang berada di Kota Denpasar tidak perlu panik jika terjadi kemungkinan terburuk terhadap aktivitas Gunung Agung, dan pemkot sudah siap siaga memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan," katanya. (WDY)
0 Response to "Dispar Denpasar sosialisasikan SOP hadapi erupsi Gunung Agung"
Posting Komentar