Ketua Asita Bali Ketut Ardana di Denpasar, Senin, mengharapkan 10 destinasi baru menjadi konsentrasi pemerintah untuk menyukseskan "Visit Indonesia 2018".
"Ketika bersuara itu (`Visit Indonesia 2018`, red.) arahnya ke 10 destinasi wisata menjadi salah satu konsentrasinya," katanya.
Meski demikian, beberapa dukungan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan.
"Kalau bisa tiap tahun ada program `visit Indonesia` untuk menarik wisatawan," ucapnya.
Provinsi Bali, lanjut dia, siap menyambut program tersebut apalagi "Pulau Dewata" menjadi daerah penghubung dan magnet wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Pemerintah Provinsi Bali optimistis kunjungan wisatawan mancanegara ke "Pulau Dewata" yang ditargetkan untuk 2016 sebanyak 4,4 juta orang akan tercapai.
"Sampai akhir Juli saja kunjungan wisman ke Bali sudah 2,7 juta orang. Dengan rata-rata kunjungan sekitar 350 ribu setiap bulannya, kami optimistis target 4,4 juta akan terlewati," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniartha Putra.
Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengusulkan kepada pemerintah agar menggelar acara "Visit Indonesia 2018" untuk mendongrak kunjungan wisatawan ke Tanah Air.
Terkait destinasi wisata untuk mendorong "Visit Indonesia 2018" itu, PHRI masih melakukan pembahasan mengingat daerah tujuan wisata tersebut harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan seperti sarana dan prasarana penunjang, seperti hotel, restoran, destinasi, dan akses. (WDY)
Editor: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2016
0 Response to "Asita Bali Dukung Visit Indonesia 2018"
Posting Komentar